29 May 2020
Telepon: (022) 7797712
webinar-series-1-herbarium-dan-koleksi-biodiversitas-indonesia

Sabtu, 2 Mei 2020 Program Studi Biologi Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio Unpad) dan Ikatan Alumni Biologi (Ikabio Unpad) menyelenggarakan Webinar Series 1 (Kuliah Keilmuan) dengan Topik: “Pengelolaan Herbarium Bandungense dan Rekaman Baru Jenis Asteraceae di Jawa”. Pembicara pada Webinar Series pertama ini yaitu Arifin Surya Dwipa Isyam, M.Si, seorang Kurator di Herbarium Bandungense, SITH-ITB yang juga merupakan Alumni dari Prodi Biologi Unpad.

Ketua Program Studi Biologi Unpad, Ibu Asri Peni Wulandari, Ph.D. dalam sambutannya mengatakan bahwa “Meskipun dalam keadaan pandemi seperti ini, kita harus tetap aktif dalam kegiatan sharing keilmuan seperti ini. Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), menetapan basis keilmuan Biologi di Indonesia harus berlandaskan pada konsep Megabiodiversitas dan bidang Taksonomi menjadi salah satu kunci untuk mengetahui aset kekayaan Indonesia. Sehingga, kegiatan ini menjadi salah satu ajang untuk berbagi keilmuan informasi mengenai fungsional herbarium dalam menjaga keutuhan informasi biodiversitas di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi para Taksonom dan pemerhati keragaman tumbuhan di Indonesia, yang kelak diharapakan bisa menjalin kerjasama dalam bidang taksonomi.”

Sambuatan oleh Ketua Program Studi Biologi, Unpad (Asri Peni Wulandari, P.hD.)

Tata Kelola dan Fungsi Herbarium

“Tidak dipungkiri Indonesia memiliki megabiodiversitas di dunia, tapi hanya sebagian koleksi dari Biodiversitas Indonesia yang disimpan dalam lembaga Herbarium, yang merupakan pusat informasi mengenai tumbuhan dan berfungsi untuk pendidikan dan penelitian. ” Bapak Budi Irawan, M.Si, menambahkan.

Tata Ruang Herbarium Bandungense SITH-ITB

Pada sesi pertama, para peserta seminar diajak berjalan-jalan secara virtual untuk mengenal Herbarium Bandungense, yang bertempat di Kampus ITB-Jatinangor. Herbarium yang keberadaannya (tahun 1949 dengan kode FIPIA) merupakan kedua tertua setelah Bogoriense ini menyimpan lebih dari 14 ribu spesimen tumbuhan dan beberapa fosil dari tumbuhan. Menjadi herbarium universitas, herbarium ini memiliki fungsi untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Penataan Spesimen Herbarium Bandungense SITH-ITB

Selain berbagi pengetahuan mengenai sejarah dan fungsi Herbarium Bandungense, saudara Arifin juga membagi beberapa tips dan trik untuk pengelolaan herbarium dan pemeliharaan spesimen agar tetap terawat dengan baik. Mulai dari alat-alat, bahan-bahan yang digunakan, hingga sistem penyimpanannya.

Potensi Tumbuhan Rekaman Baru di Jawa

Dalam tiga tahun terakhir Herbarium Bandungense sedang fokus mengoleksi dan publikasi berbagai tumbuhan yang belum terdaftar dalam Flora of Java. Salah satu yang dieksplorasi adalah Asteraceae yang ada di Jawa. Dari hasil penelusuran mereka, masih banyak tumbuhan yang belum terekam di buku Flora of Java sejak edisi terakhir di terbitkan, sehingga potensi untuk penelitian dibidang taksonomi sangat besar. Selain itu, menurut kurator yang begitu menyenangi bidang taksonomi ini,”Penelitian taksonomi itu mudah, mulailah dari sekitar, bisa dari mengkoleksi tumbuhan-tumbuhan yang ditemukan dipinggir jalan atau ditaman-taman.”

Rekaman Baru Asteraceae di Jawa

Antusias dari peserta untuk bertanya sangat besar, hingga waktu satu setengah jam rasanya kurang untuk membahas serba serbi herbarium, tumbuh-tumbuhan rekaman baru, dan potensi riset-riset dibidang taksonomi ini.

Silahkan klik Link Streaming Youtube berikut ini untuk menyaksikan webinar series pertama.

Sampai jumpa di Webinar Series 2 dengan topik pembahasan: ““Ada Apa Dengan Dugong? Menelisik Kehidupan Dugong dan Ekosistem Lamun”

Leave a Reply