29 May 2020
Telepon: (022) 7797712
webinar-series2-mengenal-mamalia-laut-dugong-dugong

Mengenal Mamalia Laut Dugong dugong

Ada pepatah menyatakan, “tak kenal maka tak sayang” maka ayo kenalan dengan hewan Dugong ini, untuk bisa sayang dan menjaga kelestariannya.

Sabtu 9 Mei 2020, Program Studi Biologi FMIPA Unpad bekerjasama dengan Simbiosa IKABIO Unpad dan Himbio Unpad menyelenggarakan Webinar Series 2, bertajuk “Ada apa dengan Dugong? Menelisik Kehidupan Dugong dan Ekosistem Lamun”, dengan Narasumber Juraij, S.Si., M.Si peneliti dari Yayasan Lamun Indonesia sekaligus alumni Biologi Unpad.

Kegiatan Webinar Series 2 kali ini dipandu oleh Moderator, Dr. Teguh Hosudo, M.Si. Acara yang berlangsung kurang lebih satu setengah jam ini dilaksanakan dengan menggunakan Google meet dan juga live streaming via Chanel Youtube Biologi Unpad. Banyak peserta sangat antusias dalam kegiatan webinar series 2 ini, khususnya untuk menambah wawasan mengenai Dugong. Mengingat, masih banyak yang belum tahu persis seperti apa Dugong yang di kenal Duyung ini.

Ketua Panitia Budi Irawan, M.Si, menginformasikan bahwa “tidak kurang dari 250 peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 76 Institusi dari 25 Propinsi di Indonesia.”

Narasumber Webinar Series 2: Juraij Bawazier, M.Si

Dugong merupakan hewan dilindungi, memiliki kelenjar susu, merupakan herbivora sejati, memiliki tubuh yang besar, berumur panjang, dan termasuk hewan yang aktif. Dugong memiliki gigi (gading) dan bulu sikat pada bagian mulutnya. Morfologinya sangat mirip dengan Manatee (Trichecus manatus), hingga banyak orang yang tertukar mengenai hal ini. Perbedaan Dugong dan Manatee, terletak pada permukaan kulit yang halus, berat tubuh mencapai 250-300 kg dan panjang tubuh 2,7 meter dimiliki oleh dugong, sementara manatee permukaan kulitnya lebih kasar, berat tubuh 500 kg dan panjang tubuh 3 meter.

Taksonomi Dugong dugong

Hewan Dugong mencari makan di ekosistem padang lamun dan juga terumbu karang. Padang lamun merupakan ekosistem yang didominasi oleh tumbuhan lamun (seagrass). Dari 13 jenis lamun yang berada di perairan Indonesia, yang menjadi kesukaan Dugong adalah Halophila spp., Haludole spp., dan Syringodium isoetifolium.

Aktivitas harian Dugong sebagian besar adalah feeding (makan) dan traveling (berpetualang). Selain bersosialisasi dengan komunitasnya, Dugong juga muncul ke permukaan air (surfacing), berputar (rolling), dan beristirahat (resting) dan masih banyak aktivitas lainnya.

Tingkah laku dan aktivitas harian Dugong

Dugong ini tersebar di perairan Florida, Afrika Timur, Asia Selatan, Indonesia sampai perairan Australia. Penyebaran di Indonesia mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Maluku hingga Papua, dengan lokasi perjumpaan yang sering terdapat di Bintan Kepulauan Riau, Pulau Seram, dan Kepulauan Kei di Maluku. Sebagai hewan dilindungi, Dugong mengelami berbagai ancaman untuk kelestariannya baik dari musuh alaminya berupa ikan hiu atau terperangkap jaring nelayan serta terdampar ke perairan dangkal.

Antusiasme peserta Webinar Series 2

Banyak sekali informasi yang didapatkan dari kegiatan ini, serta banyak juga peserta yang melontarkan pertanyaan melalui kolom chating. Untuk yang tidak sempat mengikuti kegiatan ini di hari sabtu lalu, silahkan untuk dapat menyaksikan kembali tayangan webinar tersebut klik link youtube berikut ini, “Webinar Series 2 Live Streaming”.

Untuk mendapatkan materinya, silahkan download pada link berikut “Materi Dugong”

Semoga bermanfaat, salam.

Biologi Unpad

Leave a Reply